Meminum Susu Dapat Membantu Tubuh Mencapai Bobot Ideal

Hasil Olahan Ternak - Susu merupakan minuman yang sudah dapat dikatakan sebagai makanan, karena kandunganya yang hampir mendekati sempurna. Susu juga merupakan salah satu dari tiga minuman yang diberkahi Allah selain air mineral/air putih dan madu. Dalam hadits berbunyi “Ya Allah, berilah kami berkah pada makanan itu. Dan tambahkan untuk kami darinya, sebab tidak ada yang bisa menggantikan makanan dan minuman selain dari susu” (HR Ahmad dalam Musnad:I/225).

Anggapan bahwa susu merupakan biang kerok kegemukan tidaklah sepenuhnya benar. Gerakan berhenti minum susu belakangan ini banyak dilakukan oleh mereka yang sedang menjalankan program diet untuk menurunkan berat badan. Bahkan tidak hanya susu, produk olahan susu seperti keju,  yoghurt, dan mentega ikut terkena imbasnya.

Pelakunya bukan orang sembarangan lho, beberapa selebriti termasuk dalam daftar nama pesohor yang tidak saya sebutkan namanya juga ikut gerakan berhenti minum susu. Mereka beralasan jika berhenti minum susu bisa membuat kamu lebih mudah langsing.

Faktanya Susu dapat membantu tubuh mencapai bobot ideal.


Nurfi Afriansyah, M.Sc., ahli gizi dari Puslitbang Gizi dan Makanan Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa banyak studi menunjukkan, bahwa melengkapi menu harian dengan susu justru membantu tubuh mencapai bobot ideal. Nurfi mengutip simpulan sebuah studi, bahwa makan tiga sampai empat porsi produk olahan susu dalam sehari lebih efektif membantu menurunkan berat badan, dibanding berdiet dengan suplemen kalsium atau makanan yang diperkaya kalsium.

Selain itu, ada pula mekanisme lain yang membuat produk olahan susu berpotensi membantu menurunkan berat badan. “Antara lain, peran fosfor dan magnesium yang membantu pemecahan sel lemak, manfaat protein dalam susu yang membantu membentuk otot, serta meningkatkan metabolisme tubuh,” kata Nurfi, menerangkan.

Ahli gizi Emilia Achmadi juga mengemukakan, rutin minum susu justru membuat tubuh terhindar dari obesitas. Sebab, protein dalam susu segar mampu membakar lemak sehingga tubuh Anda tetap ramping. "Kita sering sekali mengambinghitamkan sesuatu yang sebenarnya baik untuk tubuh," kata Emilia pada acara talkshow yang digelar Greenfields Indonesia di Jakarta, Rabu (22/6).

Perempuan dengan gelar Master of Science Diseases Prevention tersebut menjelaskan, susu mengandung protein yang tidak mudah dicerna dan dengan demikian, sistem pencernaan membayar 'ongkos' lebih untuk mengolah susu supaya bisa diserap tubuh.

Ia mengumpamakan, segelas susu mengandung energi total 180 kilo kalori (kkal). Untuk mengolahnya, pencernaan menggunakan energi sebesar 50 kkal sehingga ada membantu pembakaran kalori.

Pakar nutrisi di bidang klinis dan olahraga tersebut menambahkan, protein dalam susu juga memicu aktivasi brown fat. Jaringan lemak berwarna coklat pada tubuh itu memiliki fungsi membakar energi untuk menghasilkan panas.

"Selain itu, lemak jenuh alami dalam susu juga bukan hal yang perlu dikhawatirkan karena bisa membantu kinerja liver," ucap Emilia yang merekomendasikan konsumsi susu segar ideal ialah sebanyak 600 hingga 750 cc per hari.

Penelitian tentang susu yang diterbitkan dalam American Journal of Nutrition, menyebutkan bahwa wanita yang mengonsumsi produk susu tinggi lemak justru memiliki risiko obesitas yang lebih rendah ketimbang mereka yang tidak mengonsumsi susu.

Alasannya, susu bisa membuat kamu kenyang lebih lama sehingga mengurangi keinginan ngemil dan konsumsi makanan secara berlebih. Tidak hanya itu, susu pun bisa membuat kamu terhindar dari makanan manis dan junk food yang merupakan penyebab utama obesitas.

Perlu dicatat, lemak dalam susu termasuk dalam kategori lemak baik yang justru sangat disarankan karena bisa membantu memerangi kolesterol jahat dan membuat kamu lebih bertenaga.

Nah, Anda sendiri, apakah masih ragu untuk minum susu?
Load disqus comments

0 komentar